Jumat, 29 April 2016

ANALISIS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM BEBERAPA ASPEK DAN CONTOH DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE PADA MASYARAKAT PEDESAAN


ANALISIS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM BEBERAPA  ASPEK DAN CONTOH DAMPAK PENGGUNAAN HADPHONE PADA MASYARAKAT PEDESAAN

Dalam kehidupan bermasyarakat, sering kali kita menemui perubahan-perubahan dalam segala segi kehidupan, termasuk perubahan pada masyarakat itu sendiri, karena pada dasarnya tidak ada masyarakat yang statis. Selalu ada perubahan-perubahan dalam masyarakat secara dinamis. Entah perubahan tersebut membangun dalam artian berdampak positif kedepannya bagi masyarakat atau sebaliknya malah membawa dampak buruk bagi masyarakat. Perubahan tersebut salah satunya yaitu adanya inovasi teknologi.
Ternyata arus globalisasi tidak luput menghampiri masyarakat dan sedikit banyak memberikan dampaknya, tak terkecuali pada masyarakat pedesaan yang sering dilukiskan sebagai masyarakat yang masih tradisional. Soerjono Soekanto, mendefinisikan (1983:144) bahwa: “Ciri-ciri  masyarakat  desa  sebagai  masyarakat,  dimana  warganya  mempunyai hubungan yang lebih erat dan mendalam, sistem kehidupannya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani”.  Masuknya alat-alat modern dalam bidang pertanian sedikit banyak memberikan dampak bagi kehidupan di pedesaan. Jika dulu kita masih sering menyaksikan orang-orang desa menggunakan alat-alat tradisional, seperti contoh : cangkul, sabit, ani-ani, bajak kerbau dan lain sebagainya, untuk melakukan aktivitas pertanian, maka tidak lagi pada zaman sekarang. Masyarakat desa mulai melirik untuk menggunakan alat-alat pertanian yang lebih modern, seperti traktor untuk melakukan pengerjaan menggemburkan tanah pertanian, pisau pemotong padi, dan masih banyak lagi, yang kemudian menggantikan fungsi bajak dengan kerbau dan ani-ani.
Di sini, yang menjadi fokus perhatian adalah masuknya teknologi dan inovasi-inovasi tersebut tidak hanya memberikan dampak positif melainkan juga memberikan dampak negatif sehingga untuk melihatnya  perlu ditinjau dari perspektif sosiologi. Untuk menjelaskannya, lebih mudah bila menggunakan contoh nyata kasus yang terkait perkembangan teknologi sekaligus inovasi di pedesaan. Untuk itu, penulis mencoba menjelaska dampak positif dan negative penggunaan teknologi dan inovasi pertanian berangkat dari fenomena nata. Dan karena teknologi dan inovasi pertanian sendiri terlalu luas pembahasannya, maka penulis membatasi menjadi hanya dua subtema, yang pertama teknologi informasi yaitu penggunan HP (handphone) dan yang kedua inovasi dalam bidang alat pertanian yaitu penggunaan traktor.
Kemajuan teknologi juga turut memajukan informasi. Informasi bisa didapatkan dari teman, keluarga, media cetak maupun media elektronik.apalagi pada era yang modern saat ini banyak masyarakat luas yang suah menggunakan media baru yaitu sarana media Internet. Penggunaan internet bukanlah suatu hal yang istimewaatau khusus untuk kalangan tertentu, baik dari segi profesi, kalangan masyarakat, pendidikan dan usia. Hampir semua golongan masyarakat sudah tahu dan akrab dengan internet.
Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi internet menjadi sebuah kebutuhan dan aktifitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat. Selain menjadi tututan profesi, perkembangan profesi, perkembangan ilmu pengetahuan, berita, dan hiburan, berinternet juga menjasdi cara alternatif seseorang bergaul sebagai mahkluk sosial.
Hanya dengan bermodal sebuah komputer dengan sambungan kabel LAN atau bandwidth seseorang dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas selam dua puluh empat jam setiap harinya ( non-stop ) disebagian besar penjuru negeri ini.
Kehadiran internet memudahkan masyarakat untuk  mendapartkan informasi dan data yang belum tentu ditemukan secara langsung dalam media ceta yang  bisa dijumpai sehari hari. Terutama karena halangan cara dan biaya yang tidak sedikit.
Di Indonesia, dapat ditemukan warung internet ( warnet ) yang bertebaran disepanjang pinggiran jalan. Selain itu banyak tempat tempat  umum, lembaga pendidikan, cafe, mall, dan temat tempat rekreasi yang menawarkan jasa hotspot atau wifi untuk masyarakat yang memiliki leptop atau phoneboo. Disamping itu, banyak  tipe ponsel yang  dilengkapi dengan aplikasi internet.
Seiring dengan perkembangan yang pesat dengan adanya teknologi itu, banyak situs dan aplikasi pertemanan, promosi, milis, dan aplikasi aplikasi lai. Di antaranya adalah GoogleTalk, AIM, yahoo, Multiply, Live Messanger, miRC, My Space, Friendster, dan  Facebook

Facebook atau Buku Muka adalah salah satu situs jejaring sosial dengan beberapa fasilitas yang memungkinkan seseorang  dapat menjalin pertemanan dan komunikasi secara aktif dengan seseorang atau suatu badan Organisasai tertentu, tampa dibatasi, dengan jarak, ruang , dan waktu.
Sejak tahun 2007, Facebook mengalami peningkatan penggunaan diindonesia, hingga sekarang, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna facebok yang besar. Hal tersebut dapat tejadi karena jumlah penduduk Indonesia yang juga salah satu terbesar di dunia dan juga masyarakat Indonesia yang suka berinteraksi satu dengan lainnya.
Seiring berkembangnya waktu, permasalahan yang terjadi di Facebook baik positif maupun negatif terjadi. Berbagai cyber crime sering terjadi di Facebook seperti penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab hingga penculikan terhadap anak dibawah umur yang bermula dari perkenalan.
Namun tak hanya unsur negatif saja yang terjadi di Indonesia, hal positif juga terjadi. Facebook menimbulkan hasrat seseorang untuk berwirausaha, Facebook dijadikan wadah online shop.
Berbagai kreativitas yang diciptakan dijual oleh penciptanya melalui Facebook. Jadi Facebook merupakan media sosial yang mempunyai dampak yang cukup signifikan bagi penggunanya dan hal tersebut dapat terlaksana sesuai dengan bagaimana pengguna Facebook tersebut menggunakannya.

  • Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial
Teknologi Komunikasi Ditinjau Dari Berbagai Aspek. Tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa melepaskan diri dari kemutlakan komunikasi. Bahkan dalam keadaan diam pun, tanpa kita sadari kita mengkomunikasikan sesuatu dari berbagai macam hal, bisa saja dari sikap tubuh, mimic wajah, helaan nafas, baju yang dikenakan, atau apapun itu. Komunikasi adalah ilmu interdisipliner yang membuatnya menjadi sangat penting untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami, serta dilakukan. Seluruh ilmu yang ada didunia ini menggunakan komunikasi sebagai corongnya. Bayangkan, sepintar apapun pemikiran anda, sejenius apapun ide anda dalam memecahkan suatu masalah, akan menjadi sia-sia jika anda tidak mampu menyampaikannya dengan baik. Itulah komunikasi. Begitu besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya, termasuk teknologinya. Berikut perbagian akan penulis coba menjelaskannya satu-persatu dengan ringkas.

  • Aspek Ekonomi

Menggunakan handphone untuk melancarkan transaksi ekonomi. Itu hal yang basi dan dilakukan hampir semua orang didunia. Tetapi penggunaan smartphone dan pc tablet seperti Ipad mempunyai pengaruh. pengaruh perkembangan teknologi yang sudah demikian maju ini membuat orang-orang kini memiliki kantor pribadinya sendiri-sendiri. Hanya dengan bermodalkan BB atau Android dapat melakukan segalanya, ibarat memiliki kantor sendiri. Ingin promosi, ada jejaring sosial yang bisa diakses 24 jam lewat gadget. Mau transaksi pembayaran, ada fasilitas e-banking yang tersedia disetiap bank. Mau mencari informasi atau peluang bisnis, kita dapat terkoneksi dengan internet tanpa henti dengan smartphone yang dimiliki. Benar-benar serasa dunia ada digenggaman kita.

  •       Aspek Politik

Pemanfaatan yang paling dekat dengan kehidupan politik tentu saja teknologi penghitungan suara ‘quick count’. Dengan sistematika penghitungan yang terkoordinasi, hasil bayangan penghitungan ratusan juta suara itu bisa dilihat dan diprediksi dalam waktu relative cepat. Yang kedua adalah penggunaan teknologi real time video conference dimana pertemuan atau rapat bisa dilangsungkan ditempat dan waktu yang berbeda, dengan menggunakan teknologi video camera. Teknologi ini seharusnya bisa meningkatkan efisiensi kerja para pejabat politik negara. Namun entah karena alasan apa, penggunaan teknologi ini tidak dimaksimalkan. Mereka lebih memilih mendatangi negara tujuan rapat dengan menyebrang pulau, padahal anggaran yang dimakan tidak sedikit.

  • Aspek Sosial dan Budaya

Dalam kehidupan sosial, tidak perlu kita ragukan dampaknya, Bahkan perkembangan teknologi telah merasuk dalam ranah budaya. Budaya masyarakat yang tadinya ‘ngobrol’ beramah tamah, basa-basi, dan lain-lain mendadak berubah setelah mengenal teknologi seperti facebook, twiter, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan segala kemudahan BB dan Android. Hal tersebut membuat anak-anak atau bahkan sebagian orang dewasa menjadi acuh dengan lingkungan sekitar (karena sibuk dengan BB nya). Perubahan budaya membaca juga telah berubah menjadi budaya online, dimana online atau surfing internet menjadi suatu keharusan minimal beberapa jam dalam sehari.
  
  • Dampak Pengunaan Handphone Pada Masyarakat Pedesan

Kemajuan teknologi yang tidak diiringi dengan kemajuan kualitas sumber daya manusia, atau yang kerap disebut cultural lag, memang kerap kali menjadi kendala modernisasi di lingkungan pedesaan. Namun ternyata bukan hanya hambatan saja yang tercipta darinya, berbagai masalah penyimpangan sosial juga bisa tumbuh subur dengan dipupuki oleh kemajuan teknologi, yang juga merupakan bagian dari modernisasi.
Dalam kasus yang banyak terjadi di desa Purwodadi, kecamatan Tembarak, kabupaten Temanggung, dan mungkin tidak hanya didaerah tersebut, melainkan di kebanyakan masyarakat pedesaan juga terjadi hal serupa, anak-anak yang orang tuanya bukan orang kaya sekalipun bisa memiliki handphone berfasilitas kamera, motor keren, bahkan mungkin orang tuanya terpaksa berhutang untuk memenuhi keinginan anaknya. Para orang tua yang masih memiliki cara berpikir “ndeso”, tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan “anak jaman sekarang”. Sehingga ketika anak-anaknya menginginkan sesuatu dengan dalih, “jaman sekarang, kalau tidak punya barang itu, bisa begini, begini, dan begini”, maka mereka pun akan langsung berusaha memenuhinya. Sekalipun bila anak-anak mereka menyodorkan produk berharga tinggi seperti, misalnya handphone mid end berfasilitas kamera dan mp3, dengan mudahnya anak-anak mereka berkata,” Yang ada ininya ya, yang seperti ini”, padahal ada handphone dengan harga lebih murah walau tentu berfitur standar.
Padahal sebenarnya, anak-anak muda itu tidak atau mungkin belum membutuhkan fasilitas secanggih itu, selain untuk kebutuhan “gaya-gayaan” dan hanya mengikuti trend. Fasilitas-fasilitas canggih itu justru memicu munculnya penyimpangan sosial seperti kasus video porno di handphone dan kebut-kebutan di jalan umum.
Sebenarnya jika dipergunakan dengan bijak, maka handphone memiliki banyak sekali manfaat. HP bisa digunakan untuk berkomunikasi lewat jarak jauh. Kalau dahulu untuk mengirim pesan kita harus susah payah ke kantor pos dan menulis alamat yang selengkap-lengkapnya agar surat kita sampai ke tujuan. Namun, sekarang cukup menggunakan aplikasi di HP , kita bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa batasan waktu, tempat maupun jarak, kita sudah bisa saling tukar menukar ide, informasi, dan hal-hal lain lewat SMS atau aplikasi lainnya. Untuk bercakap-cakap dengan katakanlah ayah kita yang kebetulan sedang bekerja diluar kota, maka hanya perlu menekan tombol dial pada HP dan kita sudah bisa berkomunikasi tanpa harus terkendala dengan jarak.
Selain itu, aplikasi pada HP yang semakin canggih memungkinkan kita mengakses informasi-informasi yang jika dimanfaatkan dengan positif, maka hasilnya juga akan positif. Katakanlah HP yang bisa mengakses internet, maka kita bisa browsing dan tidak mustahil masyarakat yang ada di pedesaan bisa mencari informasi mengenai pupuk, alat-alat pertanian mutakhir dan lain sebagainya. Namun kenyataannya penggunaan HP dikalangan masyarakat desa belum terlalu optimal. Seandainya penggunaan HP bisa dioptimalkan dalam hal positif, bisa dibayangkan jika pemuda-pemuda desa menggunakan kecanggihan HP miliknya untuk membantu orang tuanya dalam hal mencarikan informasi terkait pertanian, sehingga penghasilan keluarga bisa meningkat. Tidak malah menggunakannya untuk mengakses dan menyimpan video-video porno sehingga memicu terjadinya penyimpangan-penyimpangan.
Selain maraknya penyimpangan yang dilakukan oleh pemuda desa, dampak yang lain yang timbul dari penggunaan handphone yaitu kurangnya interaksi masyarakat akibat intensitas pertemuan antar anggota masyarakat yang mulai berkurang. Contoh yang kecil katakanlah dalam keluarga. Dulu ketika lebaran, hal penting selain membayar zakat dan sholat ‘ied dan hukumnya “wajib” bagi masyarakat umum yaitu silaturraami, berjabat tangan dan bertegur sapa saling memaafkan secara langsung. Namun dengan kecanggihan masa kini, dimungkinkan untuk kita tidak harus bertatap muka dan berjabat tangan secara langsung jika sekedar mau bermaaf-maafan, bisa dengan telpon, SMS, video call dan fitur-fitur lain. Ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat pedesaan saat ini telah terjadi pergeseran nilai yang dulu sangat amat dijunjung tinggi yaitu nilai kebersamaan dan saling bersilaturahmi. Menurut Ferdinant Tonnies, masyarakat pedesaan yang dicirikan sebagai masyarakat Gemeinschaft memiliki ciri salah satunya yaitu kepentingan bersama lebih dominan dengan kata lain kehidupan bersama ikatan lahiriah yang bersifat jangka panjang. Indikatornya yaitu adanya nilai yang menjunjung tinggi kebersamaan. Namun, adanya teknologi informasi dan komunikasi yang berbentuk HP maka nilai kebersamaan ini pada masyarakat desa mulai berkurang, intensitas pertemuan dengan tatap muka langsung dan berinteraksi secara langsung juga berkurang, sehingga menyebabkan pergeseran kebudayaan kebersamaan yang ada pada masyarakat pedesaan.



Find Me On Instagram "@rio_masdha"