Selasa, 20 Januari 2015

Metode Pengembalian Persediaan EOQ (Economic Order Quantity)

Metode Pengembalian Persediaan EOQ (Economic Order Quantity)

Economic Order Quantity pertama kali dikembangkan oleh F. W. Haris pada tahun 1915dengan mengembangkan formula kuantitas pesanan ekonomis. Ini adalah salah satu model tertua penjadwalan produksi klasik. Kerangka kerja yang digunakan untuk menentukan kuantitas pesananini juga dikenal sebagai Wilson EOQ Model atau Wilson Formula.
Definisi Menurut Prof. Dr. Bambang RiantoEconomic Order Quantity adalah jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biayaminimal, atau sering dikatakan sebagai jumlah pembelian yang optimal.
Definisi Menurut Drs. Agus AhyadiEconomic Order Quantity adalah jumlah pembelian bahan baku yang dapat memberikanminimalnya biaya persediaan.Dari dua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa EOQ merupakan suatu metode yangdigunakan untuk mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan biaya-biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan bahan dalam perusahaan dapat berjalan dengan baik.
Tujuan dari model EOQ adalah untuk meminimalkan total biaya persediaan. Biaya penting adalah biaya pemesanan, biaya penempatan order, dan biaya membawa atau memegang unit persediaandalam persediaan. Semua biaya lain seperti, misalnya, biaya pembelian persediaan itu sendiri, yangkonstan dan karena itu tidak relevan dengan model. Biaya pemesanan juga dikenal sebagai biaya pembelian atau biaya set up, ini adalah jumlah biaya tetap yang terjadi setiap kali item diperintahkan.Biaya tersebut tidak berhubungan dengan kuantitas yang dipesan tapi terutama dengan aktivitas fisikyang dibutuhkan untuk memproses pesanan. Biaya tercatat disebut juga biaya penyimpanan, biayatercatat adalah biaya yang terkait dengan persediaan yang memiliki di tangan.. Hal ini terutamaterdiri dari biaya yang berkaitan dengan investasi persediaan dan biaya penyimpanan. Untuk tujuan perhitungan EOQ, jika biaya tidak berubah berdasarkan jumlah persediaan di tangan tidak harusdimasukkan dalam biaya tercatat. Dalam rumus EOQ, biaya membawa direpresentasikan sebagairata-rata biaya tahunan per unit persediaan di tangan. Berikut ini adalah komponen utama biayatercatat.
·         Bunga
Jika Anda harus meminjam uang untuk membayar persediaan Anda, tingkat suku bunga akan menjadi bagian dari nilai tercatat. Jika Anda tidak meminjam pada persediaannamun memiliki pinjaman pada barang modal lainnya, Anda dapat menggunakan tingkat bunga kredit tersebut karena pengurangan persediaan akan membebaskan uang yang bisadigunakan untuk membayar pinjaman tersebut. Jika oleh beberapa keajaiban Anda bebashutang Anda akan perlu untuk menentukan seberapa banyak Anda bisa membuat jika uangitu diinvestasikan.

·         Asuransi
Karena biaya asuransi secara langsung berkaitan dengan total nilai persediaan,Anda akan memasukkan ini sebagai bagian dari biaya tercatat.
·         Pajak
Jika Anda diminta untuk membayar pajak atas nilai persediaan Anda mereka jugaakan disertakan.Biaya penyimpanan. Kesalahan dalam menghitung biaya penyimpanan umum dalamimplementasi EOQ. Pada umumnya perusahaan mengambil semua biaya yang terkait dengan gudangdan dibagi dengan persediaan rata-rata untuk menentukan persentase biaya penyimpanan perhitungan EOQ. Hal ini cenderung untuk memasukkan biaya yang tidak langsung dipengaruhi olehtingkat persediaan dan tidak mengimbangi karakteristik penyimpanan. Biaya tercatat untuk tujuan perhitungan EOQ sebaiknya hanya biaya yang didasarkan pada variabel tingkat persediaan.Penggunaan metode EOQ dapat membantu suatu perusahaan dalam menentukan jumlah unityang dipesan agar tercapai biaya pemesanan dan biaya persediaan seminimal mungkin.Model EOQ bisaa digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yangmeminimumkan biaya langsung penyimpanan persediaan dan biaya kebalikannya (inverse cost) pemesanan persediaan.

Metode Nilai Persediaan
Penilaian persediaan bertujuan untuk mengetahui nilai persediaan yang dipakai/dijual atau persediaan yang tersisa dalam suatu periode.
Terdapat tiga metode yang digunakan dalam penilaian persediaan, yaitu :
1.      Metode First In First Out (FIFO)
Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa harga barang persediaan yang sudah terjual atau dipakai dinilai menurut harga pembelian barang yang terdahulu masuk, persediaan akhir dinilai menurut harga pembelian barang yang terakhir masuk
Contoh :
Data persediaan bahan baku yang dipakai dalam suatu proses peoduksi selama satu bulan terlihat dalam tabel di bawah ini :
Tanggal
Keterangan
Jumlah (unit)
Harga satuan (rupiah)
Total (rupiah)
1 Juni
10 Juni
15 Juni
25 Juni
Persediaan awal
Pembelian
Pembelian
Pembelian
300
400
200
100
1.000
1.100
1.200
1.200
300.000
440.000
240.000
120.000
Jumlah

1.000

1.100.000
Misalnya pada tanggal 30 Juni jumlah persediaan akhir sebanyak 250 unit, maka jumlah bahan baku yang terpakai sebesar 750 unit. Harga pokok bahan baku yang terpakai dapat dihitung sbb :
300 unit @ Rp. 1.000 = Rp. 300.000
400 unit @ Rp. 1.100 = Rp. 440.000
50 unit   @ Rp. 1.200 = Rp.    60.000
750 unit                      = Rp.  800.000
Nilai persediaan akhir :
100 unit @ Rp. 1.200 = Rp. 120.000
150 unit @ Rp. 1.200 = Rp. 180.000
250 unit                      = Rp. 300.000
2.      Metode Last In First Out (LIFO)
Metode ini mengasumsikan bahwa nilai barang yang terjual/terpakai dihitung berdasarkan harga pembelian barang yang terakhir masuk, dan nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan harga pembelian yang terdahulu masuk. Dengan menggunakan contoh yang sama, harga pokok barang bahan baku yang dipakai :
100 unit @ Rp. 1.200 = Rp. 120.000
200 unit @ Rp. 1.200 = Rp. 240.000
400 unit @ Rp. 1.100 = Rp.  440.000
50 unit   @ Rp. 1.000 = Rp.    50.000
750 unit                      = Rp.  850.000
Nilai persediaan akhirnya :
250 @ Rp. 1.000 = Rp. 250.000
3.      Metode Rata-Rata Tertimbang (WA)
Nilai persediaan pada metode ini didasarkan atas harga rata-rata barang yang dibeli dalam suatu periode tertentu.
Nilai rata-rata persediaan :
Rp. 1.100.000  = Rp. 1.100 per unit
     1.000 unit
Nilai persediaan yang terpakai :
= 750 x Rp. 1.100 = Rp. 825.000
Nilai persediaan akhir :
= 250 x Rp. 1.100 = Rp. 275.000
Perbandingan atas hasil penilaian :

Metode FIFO
Metode LIFO
Metode Rata-Rata
Penjualan (Rp)
Harga pokok (Rp)
Laba (Rp)
Persediaan akhir (Rp)
1.500.000
   800.000
   700.000
   300.000
1.500.000
   850.000
   650.000
   250.000
1.500.000
  825.000
  675.000
  275.000

0 komentar:

Posting Komentar

Find Me On Instagram "@rio_masdha"